PELALAWAN, NEWSHUNTERS – Proyek peningkatan Jalan Lintas Timur yang tengah berlangsung di Kabupaten Pelalawan, Riau, menuai keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan. Penerapan sistem buka tutup selama pengerjaan proyek menyebabkan kemacetan panjang dengan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.
Sejumlah pengendara yang melintasi jalan tersebut mengaku harus menunggu selama 4 hingga 5 jam untuk dapat melintasi lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, distribusi barang, serta perjalanan kendaraan angkutan umum maupun logistik.
Warga Airmolek, Fauzi SH, yang langsung terdampak macet meminta pemerintah dan instansi terkait untuk mengevaluasi kebijakan pengaturan lalu lintas yang diterapkan selama proyek berlangsung.
“Kami mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas Jalan Lintas Timur karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Namun, pengaturan lalu lintas perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu parah dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sopir tronton, Lukman Silalahi. Ia mengaku sudah beberapa kali terjebak antrean panjang di lokasi proyek.
“Kadang kami harus menunggu sampai 4 sampai 5 jam. Selain menghabiskan waktu, kondisi ini juga menambah biaya operasional kendaraan. Kami berharap ada solusi yang lebih baik sehingga pekerjaan tetap berjalan dan arus lalu lintas tidak lumpuh,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah, kontraktor pelaksana, dan pihak terkait dapat mencari langkah-langkah yang lebih efektif, seperti penambahan petugas pengatur lalu lintas, percepatan pekerjaan, serta penyediaan informasi yang jelas mengenai jadwal buka tutup jalan dan jalur alternatif bagi pengguna jalan.
Hingga saat ini, kemacetan masih kerap terjadi di sejumlah titik lokasi proyek peningkatan Jalan Lintas Timur di Kabupaten Pelalawan.
Para pengguna jalan diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. (Redaksi)






