Lirik, HunterNews – Kemacetan panjang akibat antrean truk pengangkut barang yang mengisi solar di Jalan Lintas Timur tepatnya SPBU Desa Banjar Balam, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, menuai keluhan dari masyarakat. Dampaknya tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga aktivitas kegiatan belajar mengajar dunia pendidikan dan pelajar.
Sejumlah orang tua wali murid ketika dijumpai awak media kepada wartawan mengaku kesal karena dalam dua hari terakhir mobil bus sekolah yang mengangkut siswa kesulitan melintas akibat antrean kendaraan yang memakan badan jalan.
“Sudah dua hari bus sekolah tidak bisa lewat dengan lancar karena jalan dipenuhi antrean truk. Anak-anak menjadi terlambat berangkat dan pulang sekolah,” ungkap salah seorang wali murid.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Tokoh Masyarakat Kecamatan Lirik, Supri yang juga warga Desa Banjar Balam. Ia meminta pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk mengatur dan menertibkan antrean kendaraan di sekitar SPBU Banjar Balam agar tidak terus merugikan masyarakat.
Menurut Supri, jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat setiap hari, termasuk pelajar, pekerja, dan pengguna jalan lainnya.
“Kami meminta pihak terkait, baik pengelola SPBU, Pertamina maupun aparat berwenang untuk segera mencari solusi. Jangan sampai antrean truk yang berburu solar terus mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi sampai menghambat anak-anak yang hendak menuntut ilmu di sekolah,” tegas Supri.
Ia menilai diperlukan pengaturan antrean yang lebih baik agar kendaraan besar tidak menggunakan badan jalan dalam waktu lama sehingga menyebabkan kemacetan berkepanjangan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan penertiban serta mencari solusi permanen agar kemacetan di sekitar SPBU Desa Banjar Balam tidak terus berulang.
“Kami mendukung distribusi BBM berjalan lancar, namun hak masyarakat pengguna jalan juga harus diperhatikan. Jangan sampai kepentingan umum menjadi korban akibat antrean kendaraan yang tidak terkendali,” tutup Supri. (Redaksi)






