AIRMOLEK, NEWSHUNTERS – Kondisi Jalan Kabupaten yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri tepatnya berada di Desa Lembah Dusun Gading dan Desa Petalongan kini mengalami abrasi cukup parah hingga sebagian badan jalan tergerus ke sungai.
Warga juga meminta adanya pembangunan penahan tebing serta perbaikan badan jalan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Tepian Batang Kuantan Sungai Indragiri.
Alternatif dampak jalan aspal yang sudah terdampak korban abrasi, Kepala Desa Petalongan dan Kades Lembah Dusun Gading meminta perhatian Pemerintah dan pihak perusahaan agar membantu melakukan pengerasan jalan alternatif (baru).
Pasalnya, kondisi jalan lama saat ini sudah mengalami kerusakan parah dan tidak layak lagi dilewati warga. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir akses transportasi akan semakin sulit dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kami berharap ada bantuan dan perhatian serius dari Pemerintah maupun perusahaan agar jalan alternatif ini bisa segera diperkeras demi kelancaran dan keselamatan masyarakat.
Masyarakat juga berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut dapat ikut membantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga pembangunan dan pengerasan jalan alternatif dapat segera terealisasi demi kepentingan bersama dan agar warga tidak terisolasi.
“Akibatnya warga kesulitan melewati akses tersebut, terutama saat musim hujan dan pada malam hari karena kondisi jalan yang semakin membahayakan,” ujar Erwin dan Aris Padillah Malik.
Dikonfirmasi Tokoh Pendidikan Inhu, A Malik SPd mengatakan solusinya agar pihak terkait segera memperbaiki jalan alternatif yang sudah dibangun untuk tahap pertama penimbunan jalan dengan tanah timbun hampir setinggi +- 1 Meter.
Karena jalan tersebut akses umum banyak dilewati oleh truck angkut buah sawit jalan tersebut sudah tak layak dilalui, warga desak pemerintah dan perusahaan harus membantu meningkatkan pembangunan jalan untuk tahap kedua ini agar dilakukan pengerasan dengan hamparan jenis batu granit atau Batu Gunung.
“Sebagai Tokoh pendidikan prihatin kedepannya bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar didunia pendidikan dari desa yang terdampak terisolir itu,” tegas Datok Malik.
Selanjutnya dikonfirmasi Tokoh masyarakat setempat, H Usman didampingi H Muhammad Yusuf berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin meluas dan masyarakat tidak terisolasi.
“Kami berharap adanya perhatian serius dari pemerintah. Jalan ini merupakan akses penting bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir jalan putus total dan warga menjadi terisolasi,” ujar H Usman.
Menajemen melalui Humas PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) Datok Yudita dikonfirmasi kepada Awak Media mengatakan pihaknya melalui Staf Datok Irwan dan Tim Tehnik Pemeliharaan Jalan sudah turun kelokasi guna untuk mengecek kondisi jalan yang akan dilakukan perbaikan oleh Perusahaan, saat ini kondisi jalan masih berlumpur belum bisa dikerjakan.
Pada intinya perusahaan tidak tinggal diam terhadap kerusakan jalan didesa yang berdampingan dengan lokasi izin HGU nya, kalau cuaca sudah kembali normal panas akan kita turunkan armada (Alar Berat) segera memperbaiki jalan alternatif tersebut, mari sama sama kita berdoa cuaca segera bersahabat agar terealisasi memperbaiki jalan alternatif tersebut,” singkat Humas/CDO TPP. (FAUZI)






