AIRMOLEK, NEWSHUNTERS – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai memengaruhi kesehatan masyarakat di Kecamatan Pasirpenyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Jumlah warga yang terdeteksi menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan menjalani pengobatan di Puskesmas Airmolek mengalami peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir.
Kepala Puskesmas Airmolek, dr. Wira, mengatakan bahwa pada Juli 2026 tercatat sekitar 200 pasien ISPA yang berobat ke Puskesmas Airmolek. Angka tersebut meningkat menjadi 300 pasien pada Agustus 2026.
“Melihat kondisi kabut asap yang masih terjadi, kami memperkirakan jumlah penderita ISPA pada September ini berpotensi meningkat,” ujar dr. Prawira Nova saat memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat, Senin (7/9/2026).
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, pihak Puskesmas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama bagi warga yang sudah mengalami gejala gangguan pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi buah-buahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker saat berada di luar rumah,” katanya.
Menurut dr. Wira, kabut asap yang menyelimuti wilayah Pasirpenyu dalam beberapa waktu terakhir telah berdampak pada meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan batuk, pilek, sesak napas, dan gangguan saluran pernapasan lainnya yang mengarah pada ISPA.
Kondisi ini menjadi perhatian serius tenaga kesehatan mengingat kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena dampak buruk pencemaran udara.
Selain kabut asap Karhutla, pihak Puskesmas juga terus memantau perkembangan kualitas udara yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Ia berharap kondisi udara di Provinsi Riau segera membaik sehingga angka penderita ISPA tidak terus bertambah.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan sangat penting guna mencegah peningkatan kasus ISPA,” tutup dr. Wira. (Fauzi)






