Skip to content
NEWS HUNTERS INHU

NEWS HUNTERS INHU

Primary Menu
  • Beranda
  • UMUM
  • HUKUM
  • TNI
  • POLRI
  • OLAHRAGA
  • TEAM REDAKSI
Live
  • Home
  • UMUM
  • Pertamina EP Hadirkan Program PALUH ASRI: Transformasi Dapur Arang Menjadi Kawasan Yang Kaya Keanekaragaman Hayati
  • UMUM

Pertamina EP Hadirkan Program PALUH ASRI: Transformasi Dapur Arang Menjadi Kawasan Yang Kaya Keanekaragaman Hayati

Redaksi 22 Mei 2026 4 minutes read
1779449916-picsay

LANGKAT, NEWSHUNTERS – Dahulu setiap hari mangrove di Pesisir Desa Pasar Rawa, kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ditebang untuk dibakar dan dijadikan arang. Dapur-dapur pembuat arang berdiri di tepian sungai. Usaha ini sudah berlangsung turun temurun guna menyambung hidup masyarakat pesisir.

Banyak warga belum paham fungsi hutan mangrove. Ketika hutan hilang, abrasi mulai mengikis daratan, air laut semakin mudah masuk ke pemukiman dan hasil tangkap nelayan perlahan menurun.

Burung-burung air makin jarang terlihat, kepiting dan ikan semakin sulit didapat, sementara ruang hidup satwa pesisir terus menyusut.

Keadaan perlahan berubah ketika PT Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menghadirkan Program PALUH ASRI (Paluh Berdaya, Asri dan Lestari) Eco Edukasi Pasar Rawa sejak tahun 2023.

Program ini tidak sekadar menanam mangrove, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga alam dapat berjalan seiring dengan menjaga penghidupan masyarakat.

*Mantan Perambah Mangrove Berubah Menjadi Kelompok Konservasi*

Awalnya pendekatan dilakukan secara perlahan dimulai dengan mendengarkan masyarakat, melibatkan kelompok nelayan, pemuda, pemerintah desa, hingga warga yang sebelumnya menjadi pelaku pembalakan mangrove.

Dari pendekatan tersebut tumbuh pemahaman baru bahwa fungsi mangrove jauh lebih besar ketika dijaga dibanding ditebang. Akibatnya perubahan paling nyata terlihat dari Masyarakat di Pasar Rawa.

Sebanyak 23 alumni pembalak mangrove bertransformasi menjadi anggota Bank Sampah Pasarawa sebanyak 10 orang dan Kelompok konservasi pengelola Edu Ekowisata mangrove sebanyak 13 orang.

Perubahan di Kawasan juga mulai menunjukkan hasil yang positif. Penanaman 8.500 pohon hingga tahun 2025 di area seluas 300 hektare, pembuatan jalur tracking mangrove secara gotong royong telah membuat wisatawan berdatangan menikmati kawasan. Selain itu, anak-anak sekolah dan mahasiswa juga mulai datang untuk belajar tentang ekosistem pesisir.

“Kami dulu membuka dapur arang dengan membabat kayu mangrove. Tapi semakin lama ikan semakin susah didapat. Sekarang setelah mangrove dijaga, hasil tangkapan mulai meningkat lagi,” ujar Yudi, salah satu warga yang kini dikenal sebagai penjaga mangrove Pasar Rawa, Kamis (21/5).

Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development Regional 1 mengatakan Program PALUH ASRI menjadi bukti bahwa pelestarian keanekaragaman hayati dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Kami percaya, keberhasilan menjaga lingkungan tumbuh dari kesadaran dan keterlibatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan ekosistem tersebut. “Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada penanaman mangrove, tetapi juga membangun perubahan perilaku dan menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar Iwan Ridwan Faizal.

Ia menambahkan, pemulihan ekosistem mangrove di Pasar Rawa menjadi indikator penting bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan kelompok lokal mampu menciptakan dampak nyata bagi lingkungan.

*Pulihnya Keanekaragaman Hayati Mangrove Pasar Rawa*

Hasil Monitoring Keanekaragaman Hayati Tahun 2025 yang dibuat Universitas Sumatra Utara menunjukkan bahwa kawasan mangrove Pasar Rawa telah berkembang menjadi habitat yang semakin sehat bagi flora dan fauna pesisir.

Sedikitnya 10 jenis mangrove tingkat pohon tumbuh di kawasan ini, dengan dominasi bakau merah (Rhizophora apiculata) yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi.

Selain itu, ditemukan pula berembang laut (Sonneratia alba), api-api (Avicennia marina), mata buaya (Bruguiera hainesii), cingam (Scyphiphora hydrophyllacea), nirih (Xylocarpus granatum), buta-buta (Excoecaria agallocha), hingga nipah (Nypa fruticans).

Struktur vegetasi yang didominasi oleh pohon muda menunjukkan proses regenerasi alami yang berjalan baik, sekaligus menjadi indikator keberhasilan rehabilitasi kawasan mangrove yang dilakukan secara kolaboratif.

Pemulihan vegetasi mangrove juga berdampak kepada kembalinya berbagai satwa liar. Tercatat keberadaan 48 spesies fauna yang terdiri atas mamalia, reptil, dan burung seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), berang-berang cakar kecil (Aonyx cinerea), kalong (Pteropus vampyrus), biawak (Varanus salvator), ular tambak (Cerberus schneiderii), hingga berbagai jenis burung air dan burung migran terlihat di Kawasan mangrove.

Sejumlah satwa yang memiliki status konservasi penting juga dapat ditemukan di kawasan Pasar Rawa, antara lain Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) yang berstatus Endangered (EN), Bluwok (Mycteria cinerea) yang berstatus Vulnerable (VU), Elang Bondol (Haliastur indus) yang merupakan satwa dilindungi, serta Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus) yang juga berstatus rentan dan dilindungi.

Keanekaragaman fauna yang tinggi menunjukkan bahwa kawasan mangrove kembali mampu menyediakan sumber pakan, lokasi berkembang biak, dan ruang jelajah yang memadai bagi berbagai jenis satwa.

Bagi masyarakat Pasar Rawa, perubahan itu tidak hanya terlihat dari data penelitian, tetapi terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hasil tangkapan nelayan mulai membaik, abrasi perlahan tertahan, dan kawasan yang dulu identik dengan pembalakan kini berubah menjadi pusat edukasi lingkungan pesisir.

Hari ini, bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati 22 Mei, PALUH ASRI membuktikan bahwa pelestarian lingkungan tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari keberanian masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap alam. Dari pelaku perambah menjadi pelestari mangrove, masyarakat Pasar Rawa hari ini menunjukkan bahwa ketika alam dijaga, alam pun akan kembali menjaga kehidupan. (FAUZI)

*Narahubung*: Renita Yulia Kuswindriati, Officer Media Relation, PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1, +62821-2039-1987

Post Views: 30

Related Posts:

  • 1781770754-picsay
    Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026,…
  • GridArt_20260716_205653677
    Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala…
  • 1776928169-picsay
    Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak…
  • GridArt_20260721_221128647
    Kisah Chaidir Saleh, Beri "Sentuhan" Manisnya Melon…
  • IMG-20260704-WA0027
    Jacob Ereste : Peluang dan Kesempatan Partai Buruh…
  • 1783044517-picsay
    Dukung Kelestarian Daerah Aliran Sungai Riau,…

Post navigation

Previous: Wujud Dukungan Budidaya Pangan Polsek LBJ Aktif Memberikan Pendampingan Dengan Petani Tanaman Mentimun dan Jagung Manis 
Next: Babinsa Koramil 04/Pasir Penyu Pererat Silaturahmi Lewat Komunikasi Sosial Bahas Keamanan Lingkungan

Related Stories

GridArt_20260728_165832089
  • UMUM

Jalan Jalur Dua Tak Mampu Tampung Aktivitas Bongkar Muat, Warga Gelar Rapat, Minta Pemerintah Bangun Terminal Barang di Jalan Elak Airmolek

Redaksi 28 Juli 2026
IMG-20260717-WA0015
  • UMUM

Jacob Ereste : Mengingat Lupa Istilah Londo Ireng Yang Populer di Kampung Kami

Redaksi 27 Juli 2026
GridArt_20260726_143442765_1
  • UMUM

Ketua Elang 3 Hambalang Riau Apresiasi KSO Agrinas, Koptan RJM dan Koptan JDKM Serahkan Ribuan Sembako dan Insentif Puluhan Guru Mengaji

Redaksi 26 Juli 2026

#MAN 1 Pekanbaru Admin Baron berita riau Damkar Airmolek Damkar Indragiri Hulu Hukum Indragiri Hulu kasus narkoba LAMR Pasirpenyu narkoba rengat newshuntersinhu.com polres inhu sabu inhu TNI Umum

  • TEAM REDAKSI