INHU, NEWSHUNTERS – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi keluarga ekonomi menengah ke bawah. Warga mengaku semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga pangan yang terus mengalami kenaikan.
Salah satu komoditas yang paling dikeluhkan adalah ayam potong. Menurut warga, pasokan ayam di pasar tradisional mulai sulit didapat, sementara harga jual mengalami lonjakan cukup signifikan. Jika sebelumnya ayam potong dapat dibeli dengan harga sekitar Rp20 ribu per kilogram, kini harganya di sejumlah pasar mencapai Rp50 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan dari masyarakat. Mereka menilai kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini semakin membebani pengeluaran rumah tangga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih menuntut efisiensi dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebagian masyarakat menduga meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk berbagai program pemerintah turut berdampak pada tingginya permintaan pasar. Namun demikian, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan kajian menyeluruh guna memastikan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Kami tidak mempersoalkan program yang bertujuan baik untuk masyarakat, tetapi pemerintah juga harus memastikan kebutuhan masyarakat umum tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, distributor, serta para pelaku usaha dapat duduk bersama mencari solusi terbaik agar pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga tidak terus melonjak. Langkah pengawasan distribusi, operasi pasar, serta penguatan stok pangan dinilai perlu dilakukan untuk mencegah gejolak harga yang berkepanjangan.
Warga juga meminta agar suara masyarakat kecil menjadi perhatian serius para pengambil kebijakan. Sebab, jika kenaikan harga terus berlanjut tanpa solusi yang jelas, dikhawatirkan akan semakin menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah.
Harapan masyarakat sederhana, yakni kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarganya tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga yang terus meningkat. (Redaksi)






